Bentuk Generasi Sadar Pemilu, KPU Kudus Terima Kunjungan SD Muhammadiyah Birrul Walidain

Bagikan :
ANTUSIASME: Siswa-siswi SD Muhammadiyah Birrul Walidain mengujungi Rumah Pintar Pemilu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus, Senin (30/01/2020).

KUDUS – Puluhan siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus berkunjung ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus, Kamis pagi (30/01/20). Tujuannya, ingin mengetahui tentang dunia kepemiluan. Termasuk seperti apa rasanya mencoblos di dalam bilik suara.

Dalam kunjungan itu, puluhan siswa diterima langsung Komisioner KPU Kudus Ahmad Kholil, Cahyo Maryadi, dan Miftahurrohmah. Sebanyak 46 siswa dari kelas 6 itu mendapatkan sharing ilmu dari para komisioner. Selain itu mereka juga diperlihatkan video tentang demokrasi. Ada tiga video yang diperlihatkan. Pertama mengenai demokrasi di dalam keluarga. Kedua, tentang Ayo Memilih, yang menceritakan pemilihan ketua jelas di salah satu sekolah dasar, ketiga tentang tata cara penghitungan dan rekapitulasi suara.

Guru PKN SD Muhammadiyah Birrul Walidain Murdopo mengucapkan terima kasih atas penyambutan KPU Kabupaten Kudus atas kunjungan PPL (Program Pengenalan Lapangan) siswanya itu. “Ini merupakan tindak lanjut dari program pendidikan di sekolahan kami. Di mana sebelumnya kami sudah memberikan pengetahuan kepada anak tentang demokrasi,” katanya.

Acara dibagi ke dalam beberapa sesi, sesi pertama pemaparan gambaran umum kepemiluan  oleh Cahyo Maryadi (Divisi Hukum dan Pengawasan) antara lain tentang demokrasi, peran KPU, lembaga eksekutif dan legislatif di Indonesia, bahkan hingga Dapil yang ada di Kudus, dilanjutkan oleh Miftahurrohmah (Divisi Perencanaan, Data dan Informasi) tentang aktifitas KPU selama penyelenggaraan Pemilu, tingkatan KPU dari pusat hingga TPS, tingkatan Bawaslu dari pusat hingga TPS, penjelasan alur terbentuknya Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sesi selanjutnya diisi dengan pemutaran video tentang ‘Demokrasi Dimulai dari Keluarga’, ‘Demokrasi di Sekolah’, dan ‘Tata Cara Pemungutan Suara’. Dengan melihat video tersebut diharapkan para siswa mampu memahami arti pentingnya demokrasi di segala aspek kehidupan.

Siswa kemudian diajak untuk simulasi Pemungutan Suara di TPS, dipilih 7 petugas KPPS, 2 petugas keamanan, 1 pengawas pemilu, 2 petugas keamanan TPS dan 1 pemantau pemilu dengan tugas masing-masing sehingga para siswa memiliki gambaran mengenai situasi pemungutan suara di TPS dan pihak-pihak yang ikut terlibat dalam proses pemungutan suara di TPS. Beberapa siswa juga diberikan peran sebagai pemilih dan mengikuti proses pemungutan suara mulai dari mengisi daftar hadir, pencoblosan surat suara, memasukkan surat suara di kotak suara sampai pencelupan jari di tinta. Terlihat antusias dari siswa yang mengikuti simulasi dengan adanya salah satu pertanyaan yang terlontar “bagaimana cara mencoblos surat suara agar dikatakan sah?”.

Ucapan terimakasih atas simulasi yang diberikan kepada para siswa diungkapkan oleh Murdopo, “di sekolah sebenarnya pernah melakukan simulasi pemilihan, namun tidak sedetail ini, disini siswa diajak aktif menjadi bagian penyelenggara pemilu di TPS dan pemilih, sehingga mereka sudah mengetahui sejak awal jika pada kemudian hari mereka diberi tugas menjadi KPPS,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Kholil, Plh Ketua KPU Kudus juga mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan dari siswa SD Muhammadiyah Birrul Walidain. “Semoga ilmu yang didapatkan dari sini (KPU) bisa menjadi pembelajaran yang bisa diterapkan kepada siswa ketika sudah memenuhi syarat untuk memilih dan dipilih,” ucapnya.

Sesi tanya jawab aktif diikuti oleh para siswa, mereka bertanya seputar tugas KPU sebelum Pemilu, model A5 KWK dan siapa saja yang boleh mengurus, berapa minimal usia untuk menjadi KPU, bagaimana tata cara pencoblosan yang dapat dikatakan sah.(*)