KPU Kab. Kudus dan Kesbangpolinmas Sosialisasi Bersama Pentingnya Pemilu

Bagikan :

 Sosialisasi pentingnya pemilu juga dilakukan KPU Kab. Kudus bersama Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas). Sosialisasi diarahkan untuk kalangan organisasi kepemudaan, ormas, pelajar, dan mahasiswa. Mereka tak lain para pemilih pemula di Kabupaten Kudus. Komisioner KPU Kudus Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Hubungan Antarlembaga Eni Misdayani mengatakan, pemilih pemula adalah pemilih paling rasional. Mereka biasanya lebih kritis dan belum banyak terpengaruh hal buruk. Pemilih pemula cenderung bisa diarahkan menjadi pemilih cerdas. Pada sosialisai dan penguatan pendidikan politik di Aula Balai Desa Rendeng, Kamis (13/3), sejumlah pemilih pemula menyampaikan pendapatnya terkait maraknya pilihan untuk tidak memilih (golput). Menurut salah seorang mahasiswi di Kudus yang ikut sosialisasi, perilaku oknum anggota dewan yang malas ikut rapat, korup, dan tidak peka terhadap persoalan rakyat menjadi penyebab malasnya para pemilih pemula menggunakan haknya dalam Pemilu. Melihat itu, para pemilih pemula merasa percuma menggunakan hak pilihnya, jika hanya menghasilkan wakil rakyat yang kurang berkualitas. Menurut Eni, golput bukan pilihan bijak.kursi rakyat di hitung berdasarkan surat suara yang sah di bagi kursi dapil tersebut . Jadi meski angka golput tinggi, tetap saja bakal ada wakil rakyat yang terpilih berdasarkan surat suara yang masuk. “Sekarang pilihannya adalah menjadi pemilih cerdas untuk memilih pemimpin berkualitas. Caranya, ya dengan mengenali visi dan misi para calon demi perbaikan di masa mendatang,” jelasnya. Dalam kegiatan itu, peserta juga menyoroti masih sedikitnya keterwakilan perempuan sebagai wakil rakyat. Pemerintah sudah memberi kesempatan untuk kalangan perempuan untuk mencalonkan diri. Namun pada akhirnya, semua ditentukan oleh suara terbanyak. “Jika dalam penghitungan ada dua caleg laki – laki dan peremepuan dengan suara sama, caleg perempuan akan lebih diutamakan,” jelasnya. Pembicara lain, Dosen Universitas Muria Kudus Edi Sunarno Handoyo memaparkan pemimpin berkualitas adalah pemimpin yang memiliki kompetensi berpolitik dijiwai nilai-nilai luhur Pancasila. Teguh Adi Mulyani dalam paparannya lebih menjelaskan peran demokrasi Pancasila dan pemilu. Kepala Kantor Kesbangpolinmas Jati Solehah menekankan pentingnya peran pemuda (pemilih pemula) untuk mengubah kondisi pemerintahan melalui peran aktifnya dalam Pemilu. Menurutnya, dibutuhkan kemauan politik yang kuat oleh pengambil kebijakan untuk mencerdaskan masyarakat, bukan justru memelihara ketidakberdayaan mereka sehingga mudah diarahkan untuk kepentingan tertentu. ()