KPU KUDUS LAKUKAN STOCK OPNAME KOTAK DAN BILIK SUARA

Bagikan :

IMG_0328

Kudus (14/07/2016). Menindaklanjuti Surat Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah tanggal 20 Juni 2016 nomor 337/Ses-Prov-012/10/VI/2016 perihal pelaksanaan pemeriksaan fisik (stock opname) kotak suara dan bilik suara yang terbuat dari bahan aluminium, KPU Kudus melakukan kegiatan stock opname kotak dan bilik suara.

Kegiatan stock opname, dilakukan bertepatan bulan romadhon dan libur lebaran 2016, sehingga waktu pelaksanaannya dibagi dua tahap, tahap pertama, dimulai tanggal 27 s/d 30 Juni 2016 dan tahap kedua, dilakukan tanggal 11 s/d 14 Juli 2016. Dengan jumlah personil 5 (lima) orang staf, pekerjaan yang dilakukan, antara lain menghitung fisik kotak suara dan bilik suara untuk mengetahui kebenaran catatan pembukuan dengan yang ada di gudang penyimpanan dan membuat berita acara jumlah kotak dan bilik suara.

Berdasarkan keterangan, Ali Siswanto staf Subbag Umum, jadwal kegiatan pemeriksaan fisik kotak suara dan bilik suara, terinci tiga bagian, yang pertama, persiapan, kegiatannya membuat jadwal, menyiapkan tim dan menyiapkan bahan. Bagian kedua, pelaksanaan, kegiatannya, membersihkan kotak suara dan bilik suara dari debu/kotoran, mencatat jumlah dan penataan kotak suara dan bilik suara. Sedangkan bagian ketiga, pembuatan berita acara.

Hasil stock opname sebagai berikut, jumlah kotak suara sebanyak 7.964 buah dengan rincian kondisi baik sebanyak 7.484 buah dan kondisi rusak sebanyak 480 buah. Sedangkan jumlah bilik suara sebanyak 7.892 buah dengan rincian, dengan kondisi baik sebanyak 7.035 buah dan kondisi rusak sebanyak 857 buah.

Menurut perhitungan, kotak suara dan bilik suara yang dimiliki KPU Kabupaten Kudus untuk persiapan menyelenggarakan Pilkada Serentak pada tahun 2018, dengan jumlah sebanyak itu relatif aman dan bahkan berlebih untuk digunakan dalam Pilkada Serentak. Perlu diketahui, bahwa kotak suara dan bilik suara  yang dimiliki KPU Kabupaten Kudus merupakan pengadaan pada Pemilu 2004. Kalau dirunut kebelakang, logistik tersebut sudah digunakan sebanyak 3 kali Pemilu, 3 kali Pilkada, beberapa kali Pilkades, pemilihan OSIS SMK/SMU/Perguruan Tinggi dan juga dipinjam untuk RAT KPRI disejumlah unit kerja.