SOSIALISASI “PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILU” DI FATAYAT NU KECAMATAN GEBOG

Bagikan :

15682877_120300001262268497_64601758_nKudus (22/12/2016), Sosialisasi yang bertema Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu disampaikan oleh Eni Misdayani, S.Ag, MM selaku koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Kudus. Bertempat di Kantor MWCNU Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, kegiatan ini dikuti oleh Para Pengurus Fatayat NU Kecamatan Gebog yang dihadiri sekitar 60 peserta.

Acara diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Eni Misdayani, dengan ucapan salam dan terimakasih. Mengingat kegiatan sosialisasi masih ikut serta pada kegiatan Pelantikan Bersama dan Latihan Kader Dasar Pimpinan Anak Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Gebog, Eni Misdayani juga memberi ucapan selamat atas dilantiknya Para Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama’ Kecamatan Gebog.

Sosialisasi pada kegiatan ini sangat bermanfaat sekali dikarenakan para kader Fatayat NU berusia sekitar 20 s/d 45 tahun, dimana usia tersebut sangat produktif dan hal ini dimungkinkan agar kader Fatayat NU dapat berperan aktif dalam proses terselenggaranya pemilu yang kredibel.

Pada pembahasan materi, Eni Misdayani mengupas tentang arti pemilu, peran partisipasi masyarakat, manfaat pemilu, macam-macam pemilu, pemilu berdasarkan tingkat dan waktu, pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Kudus, pemilukada serentak, dan jadwal pilkada. Pengupasan materi dititik beratkan pada partisipasi masyarakat, masyarakat dapat berperan aktif sebagai penyelenggara, peserta ataupun pemilih. Dalam komponen apapun, masyarakat diharapkan dapat mengawal kegiatan pemilu agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, karena para peserta dari perwakilan para perempuan, Eni Misdayani mengemukakan bahwa partisipasi perempuan di Kudus dalam Pemilu Legislatif 2014 menduduki peringkat kedua tertinggi se Provinsi Jawa Tengah, sedangkan dimana keterwakilan perempuan di kursi dewan hanya tiga orang dari 45 anggota legislatif di Kudus. Oleh karena itu, Eni Misdayani mengajak agar perempuan bisa mengambil peran dalam penyelenggaraan pemilu.