AUDIENSI PENGURUS IPNU DAN IPPNU KABUPATEN KUDUS

Bagikan :

19398035_10209480537514400_1708119807_n

(Kudus, 20/06/2017) KPU Kabupaten Kudus mengundang para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus dalam acara audiensi. Moh. Khanafi menjelaskan bahwa masa kepemimpinan Bupati Kudus akan segera berakhir dan Kudus akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018 yang jatuh pada hari Rabu 27 Juni 2018. Moh. Khanafi mengajak para pemuda yang diwakili oleh Pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus untuk dapat berperan aktif dalam terselenggaranya Pilkada yang berkualitas.

Adapun peran yang dapat diberikan antara lain: hak untuk dipilih dan hak untuk memilih. Dalam konteks hak untuk dipilih, semua orang berhak menggunakan hak tersebut, sebagai syarat atas pencalonan, untuk pencalonan perseorangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016, Kudus dengan jumlah pemilih pada Pileg 2014 sebanyak 604.305 pemilih, masuk dalam kategori jumlah pemilih 500.000 sampai dengan 1.000.000 yakni sebanyak 7.5% syarat pencalonan perseorangan. Jadi jumlah minimal dukungan yang harus terkumpul yakni 45.323 pemilih yang tersebar di lebih dari 50% jumlah kecamatan. Sedangkan, untuk pencalonan dari partai politik bisa diambil dari 20% jumlah kursi DPRD (sebanyak 9 kursi) atau 25% jumlah suara sah (sebanyak 115.792 suara).

Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan, dimulai dari KPU Kabupaten Kudus yang dilanjutkan oleh para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Kudus. Kemudian, sambutan dari pengurus IPNU Kabupaten Kudus, M. Wahyu Saputro. Sebagai pengurus yang baru dilantik, Wahyu merasa harus menjalin kerjasama dengan para stakeholders, salah satunya KPUsebagai penyelenggara Pemilu. Dalam kaitan penyelenggaraan Pemilu, IPNU dan IPPNU berharap ada kerjasama dalam hal sosialisasi/pendidikan pemilih untuk pemilih pemula. Dari sisi keanggotaan IPNU dan IPPNU dari usia 13 sampai dengan 27 tahun, pada realisasinya anggota yang gabung mulai usia 17 tahun.

Tanggapan dari Moh. Khanafi, kerjasama dengan organisasi Nahdlatul Ulama masih diajukan dan menunggu jawaban dari lembaga, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa KPU Kabupaten Kudus siap untuk membantu jika ada kegiatan yang berkenaan dengan Pemilu. Dilanjutkan dengan tanggapan dari Eni Misdayani (divisi SDM dan Parmas), beberapa hal yang harus dilakukan oleh generasi muda, dengan adanya keinginan untuk menghapus money politic, KPU sangat mengapresiasi hal tersebut. Sehingga proses terpilihnya seorang pemimpin tidak hanya secara prosedural akan tetapi subtansial. Dalam kesempatan tersebut, Eni Misdayani juga menjelaskan beberapa program sosialisasi antara lain lomba jingle Pilkada, mural, dan stand up comedy. KPU berharap pihak IPNU dan IPPNU dapat berperan aktif dalam proses penyelenggaraan lomba tersebut.