Gerakan Coklit Serentak KPU Kabupaten Kudus

Bagikan :
Desain Coklit KPU Kab Kudus
Desain Coklit KPU Kab Kudus

Pemilu merupakan prasyarat bagi demokrasi dan kualitas demokrasi bergantung dari kualitas pemilu itu sendiri. Semakin baik kualitas pemilihan, semakin baik kualitas demokrasi.Kualitas pemilu ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah bagaimana menyusun daftar pemilih yang akurat, komprehensif dan mutakhir. Dalam rangka mewujudkan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang demokratis berkualitas dan bermatabat maka dalam setiap penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati hampir dapat dipastikan muncul permasalahan pencatatan data pemilih baik pemula atau yang sudah meninggal dunia. Salah satu cara untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar terciptanya Pemilihan kepala Daerah dibutuh sosialisasi menyeluruh kepada semua elemen masyarakat ini diharapkan untuk bisa menjadikan Pemilihan Kepala Daerah yang aman dan semua orang bisa menentukan pilihan.

Memasuki tahapan pemilukada serentak, KPU Kab Kudus yang juga mempunyai hajat dalam menyelenggarakan pemilihan Gubernue dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018.  Sesuai arahan KPU RI pada tanggal 5/1 meluncurkan Gerakan Coklit Serentak. Gerakan coklit ini adalah upaya kita untuk menyempurnakan data pemilih sebelum ditetapkan menjadi data pemilih tetap (DPT). Oleh sebab itu gerakan coklit ini sangat-sangat penting dan perlu kita lakukan sama-sama secara serentak masyarakat dan KPU siap untuk melaksanakan pilkada Tahun 2018.

Gerakan Coklit Serentak diharapkan dapat mengajak masyarakat Kudus khususnya agar lebih berperan aktif sehingga daftar pemilih yang dihasilkan nanti semakin baik dan akurat, Selain itu, masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih agar dapat melapor kepada PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) atau kepada PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang ada di Desa/ Kelurahan dan kepengurus RT daerahnya masing-masing. Dikarenakan bahwa semua orang punya hak pilih dan memilih dalam Pemilu maupun Pilkada, adapun  syarat-syarat menjadi pemilih diantaranya Pertama Warga Negara Indonesia yang pada pemungutan suara telah berusia 17 tahun atau sudah menikah /pernah menikah. Kedua tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya, dan jika ada warga yang sedang terganggu jiwa/ingatannya harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Ketiga bukan menjadi Anggota TNI/Polri akktif dan terakhir Berdomisili di daerah Pemilihan ysng dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik/ Surat Keterangan (Suket).

Pemilih hanya didaftar 1 (satu) kali dalam daftar pemilih, jika pemilih terdaftar dilebih dari 1 (satu) tempat tinggal, pemilih dimaksud didaftar sesuai dengan alamat yang tercantum dalam E-KTP/ Surat Keterangan. Coklit ini dilakukan langsung oleh PPDP dengan cara mendatangi langsung kerumah pemilih dan menindaklanjuti usulan RT atau RW.

Gerakan Coklit Serentak yang dilaksanakan di Kabupaten Kudus akan dilaksanakan pada hari sabtu 20/1 ada 1491 PPDP, 396 PPS dan 45 PPK serta KPU, dengan mendatangi minimal 5 rumah pada hari itu, sehingga target rumah yang akan didatangi oleh PPDP adalah sejumlah 7.455 rumah, dan pemilih yang dicoklit dengan rata-rata satu rumah ada empat pemilih, maka akan tercoklit pada hari itu sejumalah 29.820 pemilih.  Untuk itu masyarakat wajib menyiapkan KTP- El atau Surat Keterangan  dan KK yang tunjukkan pada petugas PPDP yang datang, serta pastikan nama Anda telah masuk dalam daftar pemilih Sampaikan pada petugas apabila  nama Anda atau anggota keluarga  Anda yang memenuhi syarat memilih tapi belum masuk dlam daftar pemilih dan Berikan Informasi yang benar dan  valid dalam pengecekan data. Gerakan coklit serentak ini akan dimulai dengan Apel di Kantor KPU. Jadilah pemilih aktif Pastikan anda terdaftar sebagai pemilih. (MNF)