Tingkatkan Pengetahuan Kepemiluan, KPU Kudus Bikin “Ngobar Semangat”

Bagikan :

Sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu, pengetahuan tentang kepemiluan sangatlah penting untuk dimiliki. Berkaca dari hal tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Kudus menginisiasi adanya kegiatan “Ngobar Semangat” (Ngopi Bareng Selasa Minggu Keempat).

Kegiatan yang merupakan inovasi gabungan dari coffee morning dan sharing knowledge ini rencananya akan diadakan secara rutin. Mengangkat tema yang berbeda setiap bulan, mulai dari pengetahuan kepemiluan, teknis penyelenggaraan Pemilu, tupoksi penyelenggara Pemilu hingga diskusi-diskusi hangat kepemiluan. Narasumber kegiatan ini berasal dari Komisioner dan Sekretaris KPU Kudus ataupun mengundang pemateri dari luar.

Bertempat di aula KPU Kudus pada Selasa (23/3/2021), acara diawali dengan sambutan serta arahan dari Ketua dan Sekretaris KPU Kudus. Edisi pertama “Ngobar Semangat” diisi dengan materi tentang sejarah Pemilu dan Pilkada di Indonesia.

Cahyo Maryadi, Anggota Komisioner KPU Kudus Divisi Hukum dan Pengawasan dipilih menjadi narasumber untuk mengisi materi tentang sejarah Pemilu di Indonesia. Cahyo Maryadi menjelaskan Pemilu pertama di Indonesia terjadi pada tahun 1955. “Terdapat empat Partai yang memperoleh suara terbanyak pada Pemilu Pertama tahun 1955 yaitu, PNI, Masyumi, NU dan Partai Komunis Indonesia.”

Sekretaris KPU Kudus, Heri Darwanto, didapuk menjadi narasumber untuk materi Sejarah Pilkada di Indonesia. Tidak banyak yang disampaikan, karena sejarah Pilkada di Indonesia tidak sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia.

Dalam sejarahnya, Pemilihan Kepala Daerah dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pemilihan Kepala Daerah secara tidak langsung dilakukan pada era orde lama dan orde baru, dimana Kepala Daerah dipilih oleh DPRD. Sedangkan pemilihan Kepala Daerah secara langsung