Kenalkan Sistem Pemilu di Indonesia lewat Ngobar Semangat

Bagikan :

KUDUS- Ngobar Semangat kembali digelar dengan mengangkat materi tentang Evaluasi Logistik dan Keuangan Pilkada Serentak Tahun 2020 serta Sistem Pemilu di Indonesia, Senin (12/4/2021). Bertempat di aula lantai 2 kantor KPU Kudus, kegiatan diikuti oleh semua pegawai dilingkungan KPU Kudus. Ketua dan Sekretaris KPU Kudus ditunjuk sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Sekretaris KPU Kudus, Heri Darwanto menjelaskan materi tentang Evaluasi Logistik dan Keuangan Pilkada Serentak Tahun 2020. Materi yang disampaikan adalah hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah terhadap penyelenggara Pilkada serentak tahun 2020.

Hal ini bertujuan sebagai pembelajaran untuk menghadapi Pemilu Serentak. Diharapkan nantinya KPU Kudus bisa menyiapkan langkah antisipasi jika permasalahan serupa muncul dalam pelaksanaan Pemilu. Tahapan logistik menjadi fokus utama pembahasan kali ini.

Untuk kedepannya diharapkan adanya mapping gudang, sehingga bisa lebih cepat mengetahui letak barang-barang yang ada di gudang. Selain itu, perubahan sistem administrasi tahapan logistik dan pemilihan gudang logistik menjadi sorotan Sekretaris KPU Kudus.

Materi selanjutnya adalah tentang Sistem Pemilu di Indonesia yang disampaikan oleh Ketua KPU Kudus. Naily Syarifah, menjelaskan beberapa hal tentang Sistem Pemilu di Indonesia. Mulai dari pengertian, jenis Sistem Pemilu hingga kelemahan dan kelebihannya.

Di dunia dikenal 3 (tiga) Sistem Pemilu yaitu Sistem Distrik (Pluralitas/Mayoritas), Sistem Proporsional dan Sistem Campuran. Penggunaan Sistem Pemilu ini ditentukan oleh karakter demografis dan geografis negara tersebut.

Di Indonesia sendiri Sistem Pemilu yang digunakan untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka. Sedangkan untuk memilih anggota DPD dilaksanakan dengan sistem distrik berwakil banyak.

Menariknya materi yang diangkat hingga membuat diskusi semakin hidup. Beberapa pertanyaan muncul dari peserta mapun komisioner. Selain itu, kesempatan kali ini juga di gunakan untuk sharing knowledge dan pengalaman dalam penyelenggaraan pemilu. (hupmas)