KPU Kudus Siapkan Diri Songsong Pemilihan Serentak 2024

Bagikan :

KUDUS – Meskipun penyelenggaraan Pemilu terhitung masih lama, namun KPU Kudus mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan wawasan kepemiluan melalui agenda rutin Ngobar Semangat. Kali ini, materi yang diberikan adalah  kode etik Penyelenggara Pemilu dan Review Sirekap Pemilihan Serentak Tahun 2020.

Ngobar Semangat edisi bulan Mei dilaksanakan pada Selasa (25/05/2021). Bertempat di aula kantor KPU Kabupaten Kudus, acara di hadiri oleh Jajaran Komisioner, Sekretaris, para kasubbag serta seluruh staf KPU Kudus.

Terdapat dua narasumber yang didapuk untuk menyampaikan materi yaitu Sekretaris KPU Kabupaten Kudus Heri Darwano  dan Anggota KPU Kabupaten Kudus Divisi Teknis Penyelenggaraan Dhani Kurniawan.

Materi kode etik penyelenggara Pemilu disampaikan oleh Sekretaris KPU Kabupaten Kudus. Sebelum menyampaikan materi inti, Sekretaris KPU Kudus mengingatkan kembali kepada seluruh jajaran Sekretariat mengenai amanat Sekretaris Jenderal KPU RI yang disampaikan pada apel pengarahan umum KPU RI.

Dalam amanatnya, ASN KPU dituntut untuk tetap teguh menjaga integritas, tidak bosan mengembangkan inovasi, menjadi pemimpin yang patut dicontoh bagi semua serta memberikan dukungan teknis dan administrasi artinya tidak hanya melayani kepentingan hak konstitusional warga tapi juga melayani KPU, Ketua dan Anggota. ASN KPU adalah bagian dari penyelenggara Pemilu. Hal ini berarti ASN KPU terikat pada 2 (dua) kode etik yaitu kode etik sebagai ASN dan kode etik sebagai Penyelenggara Pemilu.

Kode etik penyelenggara Pemilu dibuat dengan tujuan untuk menjadi pedoman bagi Penyelenggara Pemilu agar memiliki integritas dan profesionalitas. Berdasarkan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017, kode etik bersifat mengikat serta wajib dipatuhi oleh KPU, Bawaslu dan jajaran kesekretariatan di semua tingkatan. Oleh karena itu, pada saat tahapan berlangsung diharapkan untuk menjaga sikap dan selalu berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi lain di masyarakat.

Materi yang kedua mengenai review Sirekap Pemilihan Serentak Tahun 2020 disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Kudus Divisi Teknis Penyelenggaraan Dhani Kurniawan. Review aplikasi Sirekap ini penting disampaikan sebagai modal pengetahuan untuk menyongsong Pemilihan Serentak  tahun 2024.

Secara umum, penerapan aplikasi Sirekap untuk membantu rekapitulasi cukup baik karena memang telah dilakukan beberapa uji coba sebelum digunakan. Namun masih  ada beberapa kendala dalam penggunaan aplikasi tersebut. Beberapa kendala tak terduga muncul dilapangan diantaranya HP yang telah di instal aplikasi hilang, nomor HP telah digunakan orang lain.

Terlepas dari itu semua, kendala yang muncul pada umumnya adalah masalah ketersediaan sinyal dan pengetahuan Penyelenggara Pemilu ditingkat bawah mengenai penggunaan aplikasi Sirekap. Kendala-kendala tersebut telah disampaikan pada evaluasi Sirekap bersama KPU RI untuk penyempurnaan aplikasi untuk penggunaan selanjutnya.

Sirekap merupakan inovasi digitalisasi dalam bidang kepemiluan, penggunaannya harus ada kepastian hukum tidak hanya berhenti pada PKPU. Jika aplikasi Sirekap digunakan secara maksimal, dapat dimungkinkan minimnya gugatan hasil Pemilu. (hupmas)