Mengulik Mekanisme Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota

Bagikan :

KUDUS – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kudus kembali menggelar Ngobar Semangat (Ngopi Bareng setiap Selasa Minggu Keempat) edisi ke-8, pada Selasa pagi, 23 November 2021. Kali ini temanya soal Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota, dengan narasumber Dhani Kurniawan anggota KPU Kudus Divisi Teknis Penyelenggaraan.

Acara yang dimulai pukul 08.00 itu, diikuti seluruh pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kudus. Seperti sebelumnya, Ngobar Semangat dimulai dengan arahan dari Sekretaris kepada para pegawai sekretariat KPU Kabupaten Kudus. Arahan yang diberikan ditekankan pada kedisplinan dan pengembangan karir Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Sekretariat KPU. Heri Darwanto mengharapkan pada setiap pegawai KPU Kabupaten Kudus dapat merencanakan peningkatan karir di lingkungan Sekretariat KPU.

Heri Darwanto juga menyampaikan kembali arahan Sekretaris Jenderal KPU RI, bahwasanya kita harus selalu menjaga soliditas dengan sesama pegawai di kesekretariatan ataupun dengan anggota KPU. Pentingnya komunikasi dan hubungan yang baik antar pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kudus dapat menciptakan kerjasama yang baik dan kompak dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024. Pada kesempatan yang sama dipaparkan pula mengenai fitur baru dari aplikasi absensi Qerjaku oleh Setyawan Dyan Rahendro. Fitur terbaru ini mengakomodir kebutuhan permohonan izin meninggalkan kantor. Fitur tersebut dikembangkan sebagai alat bantu untuk memudahkan monitoring keberadaan masing-masing pegawai saat jam kerja.

Berangkat dari tema diatas, acara dengan konsep diskusi santai ini mengupas mengenai Mekanisme dan Persyaratan Pengajuan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Dalam materi yang disampaikan, jumlah keterwakilan perempuan menjadi pembahasan menarik terutama ketika dilakukan simulasi penempatan perempuan pada susunan daftar bakal calon DPRD.

Isu lain yang muncul dalam pembahasan keterwakilan perempuan adalah mengenai keterwakilan perempuan di DPR maupun DPRD yang masih minim. “Keterwakilan perempuan di parlemen saat ini masih tergolong rendah, pendidikan politik harus gencar dilakukan kepada kaum perempuan agar para caleg perempuan lebih percaya diri pada keikutsertaanya dalam perebutan kursi legislatif mendatang.” Ujar Miftahurrohmah anggota KPU Kudus Divisi Perencanaan, Data dan Informasi dalam menganggapi isu tersebut.

Dhani Kurniawan berharap untuk Pemilu mendatang kita harus lebih siap, karena pada Pemilu 2019 lalu kita sudah belajar banyak hal dengan munculnya kejadian-kejadian tidak terduga pada saat Pencalonan Anggota DPRD berlangsung. Dhani juga berpesan sebelum partai politik mengajukan calon, ada baiknya untuk menyiapkan SOP dan cek list dokumen persyaratan terlebih dahulu. Hal ini akan mempermudah kita saat melakukan verifikasi dokumen persyaratan pengajuan bakal calon anggota DPRD. (hukum/hupmas)