Ratusan Siswa SMK Maju Digembleng Soal Kepemiluan

Bagikan :

KUDUS – Ratusan siswa SMK Muhammadiyah Jekulo (Maju) disambangi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, Jum’at (7/1). Mereka diberikan sosialisasi terkait kepemiluan dan demokrasi.

Dalam acara itu, ratusan siswa dikumpulkan di ruang serbaguna lantai 2 sekolah. Mereka dengan seksama mendengarkan pemaparan dari Ahmad Kholil, Komisioner KPU Kudus Divisi Sosialisasi Parmasdiklih dan SDM dari pukul 11.00-11.45 WIB. Mulai pelaksanaan pemilu hingga apa saja syarat mencoblos dijelaskan kepada siswa. Termasuk sikap pemilih yang ada di Indonesia.

”Pemilu secara serentak akan dilaksanakan tahun 2024. Untuk hari dan bulannya masih dibahas,” kata lelaki yang akrab dipanggil Alan kepada para siswa.

Dalam menyongsong pemilu, kata dia, siswa yang sekarang duduk di kelas 10 dan 11, pada tahun 2024 sudah berusia 17 tahun, sehingga sudah bisa memilih. Untuk itulah mereka dikategorikan pemilih pemula, sehingga perlu diberikan pendidikan terkait kepemiluan dan demokrasi.

”Pemilu itu sangat penting, karena merupakan perwujudan dari demokrasi. Termasuk sarana kedaulatan rakyat, sarana partisipasi masyarakat,” imbuhnya.

Di dalam pemilu, ada yang namanya pemilih, peserta dan penyelenggara. Untuk pemilih, di Indonesia ini ada empat sikap. Pertama, pemilih yang pragmatis. Kedua, pemilih tradisional. Ketiga, pemilih yang apatis, dan keempat, pemilih cerdas.

Pemilih pragmatis itu, lanjutnya, pemilih yang mau memilih ketika ada embel-embelnya, terutama dari sisi materi. Adapun pemilih tradisional, memilih karena ikut-ikutan dengan yang lain. Sementara pemilih apatis itu bisa dikatakan golput (golongan putih), yang tidak menggunakan hak pilihnya karena menganggap pemilu tidak penting dan tidak berguna.

”Yang saya harapkan kepada siswa semuanya, menjadi pemilih yang cerdas. Pemilih yang sadar jika hak pilihnya dapat berpengaruh terhadap kepentingan hidupnya dan akhirnya berpartisipasi dalam proses pemilu,” jelasnya.

Kepala SMK Maju, Salim mengapresiasi apa yang dilakukan KPU Kudus. Menurutnya, siswa memang perlu diberikan pendidikan kepemiluan sejak dini. Apalagi, nantinya pada 2024 mereka baru kali pertama mengikuti pemilu.

”Harapan kami, apa yang disampaikan dari KPU bisa diserap dengan baik oleh siswa, sehingga nantinya mereka bisa menjadi pemilih yang cerdas, termasuk ke depan yang menjadi peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu,” ungkapnya. (kpu)