KPU Tengah Siapkan Strategi Hadapi Pemilu

Bagikan :

SALATIGA-Ketua KPU Kabupaten Kudus menghadiri acara penguatan sistem implementasi Pemilu dan Pemilihan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (22/3). Acara tersebut diselenggarakan sebagai persiapan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

Acara yang mengusung tema “Persiapan Menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024” dilaksanakan secara daring dan luring. Peserta dalam acara tersebut adalah Kepala Kesbangpol Kab/Kota, KPU Kab/Kota, Bawaslu Kab/Kota dan stakeholder lain se-Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Kepala Kesbangpol Jawa Tengah Haerudin menyampaikan bahwasanya terdapat 3 (tiga) unsur dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yaitu Penyelenggara, Peserta dan Publik atau masyarakat. Beliau menambahkan 5 (lima) syarat Pemilu berintegritas adalah adanya regulasi yang jelas, peserta yang kompeten, pemilih yang cerdas, birokrasi yang tertib dan penyelenggara pemilu yang profesional.

Asisten 1 Pemprov Yulianto Prabowo menyebutkan salah satu ukuran kesuksesan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan adalah partisipasi politik masyarakat. Negara sejak awal memiliki keinginan yang kuat untuk memfasilitasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang tertinggi. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjalin sinergitas antar lembaga dan antar penyelenggara Pemilu dalam menyongsong Pemilu dan Pemilihan 2024.

Dalam kesempatan ini, Yulianto Sudrajat Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah menjelaskan beberapa persiapan tengah dilakukan oleh KPU dalam menyelenggarakan Pemilu Serentak mendatang. KPU tengah mematangkan beberapa regulasi. “Terdapat 8 (delapan) draft PKPU yang telah disiapkan yaitu : PKPU Tahapan, PKPU Pendaftaran Parpol Calon Peserta Pemilu, PKPU Penataan Dapil, PKPU Pemutakhiran Data dan Penyusunan Daftar Pemilih, PKPU Pembentukan Badan Adhoc, PKPU Norma Standar Pengadaan Logistik Perlengkapan Pemungutan Suara, PKPU Pedoman Pengelolaan Keuangan Pemilu serta PKPU Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih,” ungkap Yulianto.

Lebih lanjut, Yulianto juga menambahkan bahwa KPU sedang menyiapkan teknologi penunjang penyelenggaraan Pemilu Serentak serta kebijakan yang ramah pemilih, ramah penyelenggara, serta ramah peserta dalam rangka memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, aman dan sehat. Untuk menurunkan angka suara tidak sah perlu adanya penyesuaian desain surat suara melalui penyederhanaan. Simulasi untuk implementasi sistem-sistem yang dikembangkan  KPU dan pelaksanaan pemungutan penghitungan suara serta pengadaan dan distribusi logistik dengan memetakan hambatan/kendala juga tengah disiapkan.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Fajar Subkhi memaparkan bahwa Pemilu bukan saja soal teknis penyelenggaraan saja, tetapi secara substansi adalah memastikan hak konstitusi masyarakat tersalurkan. Pada kesempatan yang sama, Akademisi Universitas Diponegoro Fitriyah menyampaikan kompleksitas Pemilu dan Pemilihan yang berpotensi menjadi permasalahan antara lain pelaksanaan yang bersamaan dalam 1 (satu) tahun dengan rentang waktu yang cukup panjang, tahapan Pemilu dan Pemilihan yang saling beririsan serta penambahan anggaran/biaya penyelenggaraan, sebagai akibat dari munculnya pandemi. (humas)