Ngobar Semangat #12 : Pengelolaan Logistik Tak Boleh Asal-Asalan

Bagikan :

KUDUS-Banyak hal yang dapat dilakukan dalam rangka menyambut Pemilu Serentak 2024. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi penyelenggara dibidang kepemiluan. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, KPU Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Ngobar Semangat (Ngopi Bareng Selasa Minggu Keempat) pada Selasa (22/3).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai KPU Kabupaten Kudus tersebut dibuka dengan pembinaan kepegawaian oleh Sekretaris KPU Kabupaten Kudus Heri Darwanto. Dalam pembinaan kepegawaian tersebut disampaikan pesan dari Sekretaris Jenderal KPU RI untuk senantiasa membangun hubungan kerjasama yang baik dengan Komisioner maupun dengan intern Sekretariat, menjalin komunikasi aktif dengan stakeholder serta meningkatkan kompetensi dasar kepemiluan.

Pada kesempatan yang sama, Heri juga menyampaikan hal-hal terkait pembangunan zona integritas. Komitmen dan kemauan merupakan kunci utama menuju zona integritas. Perwujudan zona integritas adalah membangun tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme serta birokrasi yang bersih dan melayani.

Memasuki edisi ke-12, Ngobar Semangat kali ini mengangkat tema Pengelolaan Logistik. Didapuk sebagai pemateri, Heri Darwanto meminta kepada jajaran Sekretariat untuk memperhatikan materi dengan baik. Karena distribusi logistik nanti akan menjadi tanggung jawab Sekretariat.

Logistik Pemilu sendiri merupakan perlengkapan penyelenggaraan yang digunakan dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta perlengkapan penyelenggaraan yang digunakan dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Logistik Pemilu terdiri dari kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, alat untuk mencoblos dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Lebih lanjut, Heri menekankan untuk memperhatikan beberapa hal sebelum mendistribusikan logistik kepada penyelenggara adhoc. Perlu dilakukan pengecekan kembali mengenai jumlah, peruntukan, kelengkapan serta memastikan keamanan pengepakan. Selain itu, kelengkapan administrasi juga perlu diperhatikan seperti jadwal dan waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman, penyiapan tanda terima/berita acara serah terima, pengidentifikasian daerah prioritas serta ketersediaan transportasi.

Permasalahan lain yang kerap muncul pada saat pengepakan logistik Pemilu dan Pemilihan adalah kurangnya jumlah surat suara atau tertukarnya surat suara antar dapil. Pengelolaan logistik pada Pemilu Serentak mendatang diharapkan lebih baik lagi. “Saya mengharapkan adanya masukan dan inovasi untuk pengelolaan logistik yang lebih baik pada penyelenggaraan Pemilu Serentak mendatang”, ungkapnya.

Manajemen pengelolaan logistik yang baik akan mempermudah pendistribusian dan antisipasi jika terjadi permasalahan di lapangan. Untuk itu, pengetahuan dasar ini harus dimiliki oleh setiap penyelenggara. (humas)